Tempe Murni Ala Desa Sudimoro
Senin 6 November 2017

Sudimoro – Di dusun Dukuh desa Sudimoro kecamatan Teras kabupaten Boyolali terdapat usaha pembuatan tempe murni tanpa kulit. Pemilik usaha tersebut bernama Sukandar. Usaha tempe murni yang dimiliki Sukandar telah berjalan selama kurang lebih tiga tahun.

Sebelum menggeluti usaha tempe, Sukandar pernah menjadi tukang, buruh, dan petani di Kulonprogo. Sukandar dulunya menetap di Kuloprogo, tetapi sekarang menikah dengan warga desa Sudimoro dan menetap di desa Sudimoro. Sukandar kemudian masuk di dunia usaha tempe karena sebelumnya di Kulonprogo banyak teman – temannya membuka usaha tempe, kemudian belajar bagaimana cara membuat tempe. Selain itu modal awal dibantu oleh teman Sukandar. Modal awal usaha tempe milik Sukandar sebesar Rp 25.000.000,00.

Sistem usaha tempe milik Sukandar adalah patungan bersama dengan temannya di Kulonprogo. Teman Sukandar mempunyai label produksi tempe sedangkan Sukandar sebagai tempat produksi usaha tempe murni tersebut. Label tempe murni tersebut bernama Tempe Murni tanpa Kulit Kleci Cap Jempol. Cabang tempe murni tersebut sudah beredar di Salatiga, Ampel, Gemolong dan Kutoarjo. Untuk label produksi Tempe Murni Cap Jempol walaupun ada beberapa cabang, tetapi mempunyai standar untuk kualitasnya. Sebelumnya usaha tempe ini pernah di survei oleh pihak Dinas Kesehatan, maka dari itu bisa mendapatkan izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT).

Keunggulan tempe murni dari usaha Sukandar adalah biasanya tempe lain dicampur dengan kulit kedelainya, tetapi kalau tempe milik Sukandar kulit kedelainya dipisah. “Kan kedelai ada kulit ari, kalau tempe produksi saya kulit kedelainya saya buang. Jadi kan cenderung awet, tidak mengandung air dan rasanya lebih gurih.” ungkap Sukandar yang ditemui di rumah produksi tempe-nya. Tempe produksi Sukandar dapat bertahan hingga 2 – 3 hari.

Proses produksi dari tempe murni ala Sukandar adalah kedelai di rendam selama 4 jam, lalu di rebus sampai mendidih kurang lebih selama 1 – 1,5 jam. Setelah direbus, kedelai tersebut direndam menggunakan air biasa selama satu malam. Setelah direndam selama satu malah kemudian kedelai tersebut digiling lalu dibilas agar remah – remahan dari kedelai hilang. Setelah kedelai dibilas lalu ditiriskan, agar dingin kemudian kedelai yang sudah ditiriskan diberi ragi. Produksi tempe murni Sukandar sementara masih yang berbentuk tempe kotak.

Kedelai yang digunakan Sukandar menggunakan kedelai impor yang rata – rata kedelai impor dari Amerika. Harga kedelai impor per kilogram sebesar Rp 6.600,00 tetapi harga kedelai tiap harinya tidak dapat dipastikan. Maksimal harga kedelai impor sekitar Rp 8.000,00 an per kilogram. Tiap harinya usaha tempe milik Sukandar memproduksi 75 kilogram perhari. 1 kg kedelai bisa menjadi 6,5 – 7 tempe kotak. Penjualan tempe murni milik Sukandar dijual di Pasar Tulung dan Pasar Nglebak. Pemasaran dari usaha tempe ini dikirimkan ke pedagang – pedagang keliling juga. Sehari bisa mengirimkan 400 – 500 tempe kotak.

Keuntungan yang didapat per bulan sebesar Rp 6.000.000,00 – Rp 7.000.000,00. Hasil yang didapat dari usaha produksi tempe adalah bisa membuat rumah di desa Sudimoro. Kendala yang dihadapi dalam usaha tempe adalah pemasaran. “Pemasaran menjadi kendala karena masalahnya pedagang sayur keliling itu tidak bisa dijagakke. Kalau ibarat orang kerja, kadang masuk kadang tidak. Semisal hari ini produksi sudah ditarget untuk dipasarkan dan dikirim, tetapi malah ada beberapa pedagang yang tidak datang. Sebenarnya pedagang yang mengambil orderan tempe itu banyak, tetapi kadang hari ini ambil orderan tempe dan besok tidak.” ujar Sukandar.

Harapan kedepan Sukandar adalah produksi tempenya tidak hanya berbentuk kotak saja tetapi dapat memproduksi tempe daun dan dapat memproduksi tahu. Selain itu harapan kedepan lainnya adalah ingin memasarkan produknya di lain tempat, contohnya di daerah Pengging. Harapan untuk pemerintah desa adalah masalah air. Sukandar menggunakan air PAM khusus untuk memasak kedelai, tetapi Sukandar menggunakan air sungai untuk pembilasan kedelai. Harapan Sukandar agar limbah di sungai dapat dikurangi. Sukandar berusaha membuat sekat – sekat agar dapat menyaring limbah – limbah tersebut. Antisipasi lain yang dilakukan Sukandar adalah pengambilan air pada waktu malam untuk mengurangi resiko pembuangan limbah – limbah yang biasanya jarang terlihat di malam hari.  Silakan menghubungi Sukandar di nomor 085747454421.

Berita Terkini
PKK Hebat, Warga Sukses
Senin 6 November 2017
Perangkat Baru Untuk Desa Lebih Maju
Senin 6 November 2017